"Nantinya pihak kepolisian di SPKT akan melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap bukti-bukti awal yang diajukan oleh pelapor," kata Jahmada.
Menariknya, pembelaan utama dari kubu Rismon adalah klaim mengenai teknologi. Mereka menegaskan bahwa Rismon Sianipar tidak pernah secara lisan menyebut nama Jusuf Kalla dalam kapasitas sebagai pendana.
Video yang kini viral di masyarakat dituding sebagai produk rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI) atau hoaks yang sengaja diciptakan untuk mengadu domba.
Jusuf Kalla sendiri telah memberikan klarifikasi terbuka dari kediamannya di Jakarta Selatan pada Minggu, 5 April 2026. Ia membantah dengan sangat tegas isu yang menyebut dirinya menggelontorkan dana sebesar Rp5 miliar untuk membiayai gerakan pengusutan ijazah Jokowi.
JK bahkan mengaku tidak memiliki hubungan personal maupun profesional dengan Rismon Sianipar. Ketidakterlibatan JK dalam polemik ijazah ini ditegaskan berkali-kali guna memutus rantai spekulasi yang berkembang di media sosial.
"Pihak pengacara akan mewakili saya untuk melaporkan Saudara Rismon ke Bareskrim besok, dengan tujuan membuktikan kebenaran serta menegaskan bahwa seluruh ucapannya tersebut tidaklah benar," tegas JK secara lugas.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga merasa aneh dengan tuduhan tersebut karena merasa tidak memiliki motif atau interaksi dengan pihak-pihak yang dimaksud.
"Pihak saya sangat meyakini bahwa kabar itu pasti tidak benar. Saya bahkan sama sekali tidak mengenal sosok Rismon tersebut dan belum pernah bertemu dengannya dalam kesempatan apa pun," jelas JK memberikan kepastian.
Ia pun menantang pihak-pihak yang menudingnya untuk menunjukkan bukti otentik mengenai pertemuan atau komunikasi yang pernah terjalin, karena menurutnya hal itu tidak pernah terjadi.
Mantan Menpora, Roy Suryo, yang juga sering dikaitkan dengan polemik ijazah Jokowi, justru berdiri di belakang Jusuf Kalla dalam perkara ini. Roy memberikan dukungan penuh bagi JK untuk mempolisikan Rismon Sianipar.
Meskipun ia mengenal Rismon, Roy menilai bahwa apa yang terjadi saat ini adalah bentuk manipulasi informasi yang sangat berbahaya.
Roy menduga video yang mencatut nama JK tersebut memang hasil karya teknologi AI yang sengaja disebarluaskan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap tokoh nasional.
"Saya memberikan dukungan penuh bagi Pak JK untuk melaporkan Rismon, karena tuduhan yang muncul tersebut telah disebarluaskan secara jahat oleh pihak-pihak tertentu," ucap Roy saat memberikan pernyataan.
Roy juga menyoroti keterlambatan Rismon dalam memberikan klarifikasi. Menurutnya, Rismon baru membantah video tersebut setelah narasi hoaks tersebut terlanjur viral dan "diglorifikasi" secara masif di berbagai kanal YouTube.
Roy menekankan bahwa proses hukum ini sangat penting untuk mengejar pelaku utama yang membuat dan menyebarkan video AI tersebut pertama kali.***