“Kami ingin memastikan buyer internasional lebih mudah menemukan produk yang mereka cari. Dengan pengelompokan sektor yang lebih fokus, kami optimistis daya tarik dan potensi transaksi akan semakin meningkat,” tambah Puntodewi.
Di lain pihak, Direktur PT Debindo Vibiadhi menyampaikan, TEI 2026 adalah strategi yang tepat untuk mempertemukan pelaku industri dengan buyer dalam satu platform strategis. Sebagai penyelenggara, Debindo mempersiapkan program “buyer hospitality” berupa fasilitas 250 kamar hotel gratis bagi buyer internasional. Buyer yang mendapatkan fasilitas tersebut telah melalui proses
kurasi oleh Kemendag bersama penyelenggara dan pemangku kepentingan terkait.
“Langkah ini diharapkan menjadi insentif konkret untuk menarik buyer baru yang potensial sekaligus memaksimalkan peluang transaksi selama pameran berlangsung. Dengan fasilitas hotel, buyer-buyer baru dapat hadir dan bertransaksi secara maksimal saat pameran,” lanjut Vibiadhi.
Vibiadhi mengungkapkan, TEI 2026 juga memperluas jejaring promosi internasional melalui kolaborasi dengan sejumlah pameran global seperti Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) di Malaysia dan Global Sourcing Expo di Australia.
Strategi ini untuk melakukan pertukaran potensi buyer dan produk. Upaya penjaringan pengunjung TEI 2026 juga diperkuat melalui pemanfaatan
mitra serta dukungan jaringan perwakilan perdagangan RI di luar negeri.
“Kami ingin memastikan buyer yang datang benar-benar terkurasi dan memiliki potensi transaksi, sehingga kualitas pertemuan bisnis di TEI semakin meningkat,” tambah Vibiadhi.
Perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Dendi Wibowo, menyatakan ketertarikannya untuk kembali membuka stan di TEI tahun ini. Pada TEI sebelumnya, Aprindo berpartisipasi menghadirkan sekitar lima usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan untuk memamerkan produk terkurasi mereka.
Menurutnya, TEI menjadi ajang strategis untuk mempertemukan UMKM dengan buyer potensial, baik domestik maupun internasional, mengingat
tingginya jumlah dan keberagaman pengunjung pada penyelenggaraan sebelumnya. Dendi berharap peran TEI 2026 semakin kuat sebagai platform promosi. Dengan begitu, UMKM siap ekspor dapat memanfaatkannya untuk go global dan naik kelas.
Junior Manager International Business dari PT Burden Eagle Indonesia, Adara, menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan TEI terus berinovasi, terutama dalam penyediaan akses data pengunjung bagi pelaku usaha.
Upaya ini untuk memudahkan pendekatan kepada buyer sebelum dan selama pameran. Ia juga menilai pihak penyelenggara, khususnya Debindo, cukup komunikatif dan responsif selama persiapan hingga pelaksanaan acara.***