Kabar ini langsung dibantah oleh pihak yang bersangkutan dan mengaku masih menjadi pengurus hingga 2027.
Sonny Senjaya, mantan Ketua PAC Indihiang, mengaku terkejut saat menerima informasi tersebut. Ia menegaskan dirinya masih aktif menjabat dan masa baktinya berlaku hingga 2027.
“Saya kaget. Tiba-tiba ada pergantian, bahkan tersiar kabar saya sudah meninggal dunia. Padahal saya masih aktif, masih menjalankan tugas sebagai ketua PAC,” ujarnya.
Ia mengaku selama dua periode menjabat tidak pernah membuat pelanggaran organisasi. Karena itu, ia mempertanyakan dasar pergantian yang dinilai tidak jelas.
“Kalau memang ada alasan organisatoris, seharusnya disampaikan secara terbuka. Jangan sampai ada kesan menzalimi,” katanya.
Hal senada disampaikan Sri Sugiarti, mantan Sekretaris PAC Cipedes. Ia mengaku terkejut namanya tiba-tiba hilang dari kepengurusan.
“Saya masih ada, masih menjabat, masih punya SK. Tapi tiba-tiba diganti. Jujur saja, saya kaget dan prihatin,” ucapnya.
Kabar terkait penggantian karrna kedua pengurus meninggal dunia, justru dibantah langsung oleh Plt Sekretaris DPC PPP Kota Tasikmalaya Hilman Wiranata. Dia menegaskan bahwa perubahan SK bukan karena isu kematian, melainkan hasil proses verifikasi faktual kepengurusan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi DPW PPP Jawa Barat sejak Mukerwil di Cirebon pada November 2025.
“Perubahan ini bukan karena meninggal dunia, tapi karena ada tugas-tugas organisasi yang tidak dilaksanakan dengan baik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, DPC telah melakukan verifikasi sejak Desember 2025, termasuk memberikan tenggat waktu dan melakukan pemanggilan kepada PAC yang belum menyelesaikan administrasi.
“Dari hasil rapat pimpinan di tingkat PAC, direkomendasikan adanya pergantian. Itu dilengkapi berita acara, absensi, dan dokumentasi,” jelasnya.
Hilman juga menegaskan bahwa perubahan SK tidak hanya terjadi di Kota Tasikmalaya, melainkan hampir di seluruh Jawa Barat sebagai bagian dari persiapan verifikasi partai menuju Pemilu 2029.
“Ini program DPW. Bukan semata-mata kepentingan politik menjelang Muscab, tapi lebih pada penataan organisasi. Perubahan SK PAC tidak hanya terjadi di Kota Tasikmalaya tapi terjadi juga di wilayah PAC Jawa Barat yang lain,” katanya.