Detik-detik Paniknya Tamu Hotel di Manado saat Gempa M 7,6 Mengguncang, Air Kolam Renang Langsung Bergelombang

photo author
Didi Setiabudi, Lintas Ide
- Senin, 6 April 2026 | 20:01 WIB
Kepanikan tamu hotel saat gempa magnitudo 7,6 mengguncang Manado, Sulawesi Utara. (Instagram/queenchantikaa)
Kepanikan tamu hotel saat gempa magnitudo 7,6 mengguncang Manado, Sulawesi Utara. (Instagram/queenchantikaa)

“Takut sekali karena getarannya tidak cepat berhenti, pusing dan gemeter sambil peluk anak,” sambungnya.

Sejumlah pengunjung hotel juga terlihat bersama-sama menuruni tangga darurat dengan sedikit berlari.

Sesampainya di lantai bawah, rupanya sudah banyak pengunjung hotel yang berkumpul di lobi dan keluar hotel.

“Puji Tuhan kita diizinkan lagi untuk berkumpul di bawah semua dalam keadaan aman karena Tuhan Yesus,” tuturnya.

Pintu Tangga Darurat Hotel jadi Sorotan Warganet

Suasana genting untuk menyelamatkan diri, warganet justru salah fokus dengan pintu tangga darurat.

Pasalnya, dalam video yang kini telah diputar lebih dari 720 ribu kali penayangan itu menunjukkan pengunjung hotel yang kesulitan untuk membuka pintu tangga darurat.

Beberapa komentar dari warganet seperti, “Aduh itu tangga daruratnya nggak ada tanda arah urgent sama sekali,” tulis akun @bt.****t

“Tangga darurat harusnya mudah dibuka, nggak seribet itu,” tulis akun @hen*******n

“Harusnya tetap ada karyawannya untuk SOP bencana. Hotel-hotel biasanya ada training untuk yang kayak gini, apalagi ini di pinggir laut,” tulis akun @mad******n

Gempa ini menelan satu korban jiwa yang tertimpa reruntuhan bangunan gedung olah raga Koni Sario.

Adapun dua orang dilaporkan jadi korban luka karena terkena benda tajam dan satu lainnya karena melompat dari lantai 2 untuk menyelamatkan diri.

Sepat dikeluarkan peringatan dini tsunami, kini usai pemutakhiran data terbaru, telah dicabut karena kondisi yang dianggap sudah kondusif dan aman.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didi Setiabudi

Rekomendasi

Terkini

X