peduli-sesama

Cerita Warga Aceh Tamiang saat Banjir Datang, Bertahan di Atap dengan Kondisi Gelap Gulita: Cuma Bisa Teriak Minta Tolong

Senin, 29 Desember 2025 | 08:02 WIB
Cerita warga Aceh Tamiang saat banjir datang pada 27 November 2025. (Instagram/adlionksyah)

LINTASIDE.COM - Sudah sebulan banjir dan tanah longsor menerjang Sumatera dan berdampak di 3 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Di wilayah Aceh, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu lokasi terdampak banjir paling parah.

Salah satu warga Aceh Tamiang mengunggah momen detik-detik banjir hampir menenggelamkan rumah yang ia tempati.

Dalam unggahannya di media sosial, ia membeberkan perjuangan bertahan dari terjangan banjir dan harus naik ke atap rumah.

18 Orang Naik ke Atap saat Hujan Masih Turun

Menurut penuturannya, air datang dan mulai menenggelamkan rumahnya pada 27 November 2025 sekitar pukul 13.00 WIB.

“Air semakin naik dengan arus yang begitu deras, kejebak di lantai 2 dengan 18 orang di kamar kos 3x3 meter,” tulis keterangan pada video yang diunggah di akun Instagram @adlionksyah pada Kamis, 25 Desember 2025.

“Pikiran udah kemana-mana, cuma bisa peluk anakku saat itu,” lanjutnya.

Saat ketinggian air mulai naik, 18 orang yang bertahan saat itu memutuskan untuk ke atas atap meski hujan masih terus turun.

“Kami sebanyak 18 orang naik satu per satu ke atas atap dan hujan deras cuma bertutupkan terpal 1x2 meter,” akunya.

“Bayangin, anak bayi harus merasakan dinginnya hujan dari siang hingga ke pagi,” imbuhnya.

Video itu juga menunjukkan saat warga pelan-pelan mulai naik ke atap dan air dengan arus deras berwarna coklat tepat di bawahnya,

Teriakan Minta Tolong di Malam yang Gelap Gulita

Usa banjir datang, listrik terputus dan membuat malam gelap gulita saat para warga berteriak minta tolong kepada tim penyelamat.

“Sampai malam hari pun kami cuma bisa teriak-teriak minta tolong supaya tim SAR datang, sahut-sahutan sama korban lain, bantu kalau-kalau ada pertolongan,” tambahnya.

“Dan di momen inilah part yang palin nggak bisa dilupakan, anakku kehujanan tapi dia tidur sepanjang malam,” tuturnya.

Update Korban Banjir di Aceh Tamiang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan per 26 Desember 2025, korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di 3 provinsi di Sumatera sebanyak 1.135 orang.

Korban berasal dari 52 kota/kabupaten di Aceh, Sumatera Utara, dan sumatera Barat.

Sebanyak 173 orang masih dinyatakan hilang dan 489 ribu jiwa kini tinggal dalam pengungsian karena tempat tinggal yang rusak usai diterjang banjir.

Mengenai kerusakan rumah, BNPB mencatat ada 157.838 yang mengalami kerusakan.

Sementara untuk Aceh Tamiang, warga yang meninggal dunia tercatat sebanyak 88 orang.***

Tags

Terkini