LINTASIDE.COM, Jakarta - Kebijakan pemerintah terkait hemat energi langsung direspon Kementerian Sosial, dimana pihaknya akan menghemat energi hingga 20 persen dilingkunganya. Sementara itu mantan Wakil Presiden menegaskan penghematan BM addalah dengan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi PNS.
Hal ini disampaikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), di bawah kepemimpinan Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, secara resmi memulai program penghematan besar-besaran yang menyasar sektor operasional internal.
Gebrakan pertama yang dilakukan Gus Ipul adalah melakukan pengetatan pada fasilitas kantor. Pembatasan penggunaan pendingin ruangan (AC) dan penerangan menjadi poin utama dalam kebijakan baru ini.
Gus Ipul menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan upaya nyata untuk melakukan penghematan anggaran dari sisi operasional kantor.
"Pihak kami akan menguji coba langkah baru, di antaranya dengan melakukan pembatasan pada pemakaian energi listrik, penggunaan pendingin ruangan atau AC, serta penggunaan air di lingkungan kantor," tutur Gus Ipul, dikutip pada Selasa, 7 April 2026.
Dengan disiplin yang ketat, Kemensos memproyeksikan mampu memangkas pengeluaran rutin dalam jumlah yang tidak sedikit.
Gus Ipul memperkirakan bahwa langkah-langkah efisiensi ini akan menyumbang penghematan yang cukup besar pada kas kementerian.
"Meskipun angka pastinya belum dapat kami kalkulasi secara terperinci, namun kami memproyeksikan penghematan yang bisa dihasilkan berkisar antara 10 hingga 20 persen dari anggaran yang tersedia," jelasnya.
Satu hal yang ditegaskan oleh Gus Ipul dalam kebijakan ini adalah "garis merah" yang tidak boleh dilanggar: Anggaran Bantuan Sosial (Bansos) tidak akan disentuh.
Gus Ipul menjamin bahwa fokus kementerian tetap pada penguatan jaring pengaman sosial. Bahkan, jika merujuk pada pola kebijakan di tahun-tahun sebelumnya, pemerintah cenderung menambah alokasi pelindungan sosial ketika situasi ekonomi menuntut demikian.
"Pemerintah tidak akan memangkas anggaran bantuan sosial, dan jika melihat pengalaman tahun lalu, Presiden biasanya mengambil langkah untuk memperkuat atau menambah jumlah individu yang menerima manfaat demi memperkokoh jaring pengaman sosial," tegas Gus Ipul.
Baca Juga: Pemerintah Berlakaukan WFH Pada Hari Jumat, Pemprof Jatim Berbeda Dan Laksanakan WFH Pada Hari Rabu
Langkah yang diambil oleh Kemensos ini bukanlah kebijakan tunggal yang berdiri sendiri. Gus Ipul menjelaskan bahwa efisiensi operasional ini merupakan bagian dari pelaksanaan kebijakan besar pemerintah pusat.