kesehatan

Sebagian Warga Tamiang Hulu Masih Krisis Air Bersih, Sisa Banjir Dipakai untuk Mencuci Peralatan Makan

Senin, 29 Desember 2025 | 08:10 WIB
Warga di Tamiang Hulu, Aceh Tamiang menggunakan air sisa banjir untuk beraktivitas. (Instagram/a.muhammadkurniawan.s)

LINTASIDE.COM - Selain logistik untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari, air bersih juga menjadi bantuan yang diharapkan oleh warga terdampak banjir di Sumatera.

Sebagian warga di sejumlah daerah masih menggunakan air banjir untuk beraktivitas, seperti mandi, mencuci baju, dan lainnya akibat krisis air bersih.

Ancaman penggunaan air banjir bisa menimbulkan penyakit kulit, seperti yang dikeluhkan salah satu warga Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang.

Gatal-Gatal hingga Koreng di Kulit Mulai Timbul

Akibat krisis air bersih warga menggunakan air banjir yang berisiko tercemar membuat warga kini harus menghadapi gangguan kesehatan pascabanjir.

Penyakit kulit menjadi salah satu hal yang harus diantisipasi usao bencana hidrometeorologi.

“(Kenapa gatal) Biasanya kan mandi air bersih pakai air PAM itu kan, sekarang pakai air apa? Air sumur. Air sumur kan juga dari air banjir ini,” ujar salah satu warga dalam unggahan akun Instagram @a.muhammadkurniawan.s, dikutip pada Sabtu, 27 Desember 2025.

“Entah airnya kena apa, datang dari mana, mungkin bakteri nempel ke kulit,” lanjutnya.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa anaknya pun sudah mengalami gatal-gatal di kulitnya.

“Itu korengan anak saya, gatal-gatal. Termasuk saya kena gatal-gatal ini,” lanjutnya.

Baca Juga: Cerita Warga Aceh Tamiang saat Banjir Datang, Bertahan di Atap dengan Kondisi Gelap Gulita: Cuma Bisa Teriak Minta Tolong

Air Banjir Digunakan untuk Mencuci 

Dalam video tersebut juga ditunjukkan saat warga mencuci peralatan makan pun dengan air sisa banjir.

Kondisi yang darurat membuat warga mau tak mau harus menerima dan menggunakan air berwarna coklat keruh itu untuk memenuhi kebutuhan.

Ketersediaan Air Bersih Dibutuhkan saat Bencana

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2018-2021, dokter Daeng Mohammad Faqih, menyebut bahwa air bersih dan obat-obatan adalah hal penting yang harus dipenuhi dalam penanganan di situasi darurat.

“Ketersediaan air dan makanan ini penting banget. Kalau tidak tersedia, maka mungkin timbul komplikasi penyakit yang lain. Itu yang dikhawatirkan,” ujarnya dikutip dari podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Mengenai penanganan banjir, menurutnya tenaga medis yang harusnya banyak diterjunkan ke lapangan adalah dokter dengan situasi banjir.

“Lini pertama itu (dokter) penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bencana banjir. Banjir itu air, misalnya terhirup ke paru-paru, termakan ke saluran cerna, kena mata jadi penyakit mata, kena kulit jadi penyakit kulit,” paparnya.

“Jadi, lini pertama dokter itu berbeda. Jadi, yang harus dikirim itu misalnya penyakit dalam, penyakit paru, kemudian dokter mata, dokter kulit,” tukasnya.***

Tags

Terkini