Antisipasi KLB Penyakit Pascabanjir, Eks Ketum PB IDI Ingatkan Pelayanan Kesehatan Harus Dekat dengan Posko Pengungsian

photo author
Didi Setiabudi, Lintas Ide
- Rabu, 31 Desember 2025 | 06:39 WIB
Mantan Ketum PB IDI, dokter Daeng Mohammad Faqih, soroti penanganan awal tentang kesehatan pascabanjir. (YouTube/Forum Keadilan TV)
Mantan Ketum PB IDI, dokter Daeng Mohammad Faqih, soroti penanganan awal tentang kesehatan pascabanjir. (YouTube/Forum Keadilan TV)

LINTASIDE.COM, Aceh - Penanganan pascabanjir dari sisi medis mendapat sorotan dari Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2018-2021, dokter Daeng Mohammad Faqih.

Dokter Daeng mengungkapkan bahwa penanganan awal banjir seperti di Sumatera adalah dengan mengoptimalkan layanan kesehatan di posko-posko pengungsian.

Menurutnya, tenaga kesehatan, obat-obatan, makanan, dan air bersih harus beriringan ketersediaannya di posko tempat warga terdampak tinggal untuk sementara waktu.

“Pelayanan terdekat harus dekat dengan kelompok komunitas yang berkumpul di pengungsian itu,” ucap dokter Daeng, dikutip dari siaran podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Terlebih saat ini, setelah sebulan terjangan banjir di Sumatera memberikan ancaman penyakit pascabanjir.

Seperti permasalahan kulit, pencernaan, hingga pernapasan yang bisa menyerang warga.

“Kita khawatir penyakit pascabencana yang mungkin timbul kalau penanganan kesehatannya belum adekuat,” imbuhnya.

Pentingnya Penanganan Kesehatan Sejak Awal Bencana

Dokter Daeng lantas mencontohkan penyakit yang bisa menjadi kasus kejadian luar biasa (KLB) pascabanjir, seperti campak hingga ISPA yang bisa dialami oleh banyak pengungsi.

“Itu yang kita hindari, karena kalau terjadi seperti itu, yang di pengungsian tambah menderita,” ujarnya.

“Oleh karena itu, memang penanganan kesehatan pasca banjir bandang itu selain makanan dan air bersih, penting sekali untuk cepat dilayani,” tambahnya.

Baca Juga: Pulang Pergi 5 Jam, Warga Takengon Jalan Kaki ke Bener Meriah Untuk Beli Sembako Lebih Murah

Sehingga, posko banjir dengan menyediakan pelayanan kesehatan harus langsung dibuka, salah satunya untuk menghindari KLB penyakit pascabanjir.

Rentang Waktu Penanganan Pascabencana

Mengenai rentang waktunya, dokter Daeng menyatakan pelayanan kesehatan harus sudah siaga setelah fase pencarian dan penyelamatan.

Pertama itu biasanya kan pencarian dan penyelamatan, di pencarian dan penyelamatan itu sekaligus pertolongan pertama dan evakuasi. Itu, biasanya dikumpulkan di tempat tertentu,” paparnya.

“Pelayanannya sudah harus dimulai untuk mencegah penyakit-penyakit itu tidak menyebar, tidak tambah buruk,” tuturnya.

Ketika penanganan medis terlambat, kata dokter Daeng membuat kondisi warga yang terdampak makin buruk.

“Kalau terlambat penanganan, kasihan udah menderita, tidak punya apa-apa, kemudian sakit, tidak ada yang menangani, sakitnya akan tambah parah, menyebar ke camp. Risiko penyebaran di camp kalau tidak ditangani,” terangnya.

“Kadang kondisinya sulit, tapi kita harus cari cara untuk menghidupkan posko-posko itu dan ada pelayanan kesehatan,” tegasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didi Setiabudi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X