Pihak BUMDes Tanjungwangi itu mengakui kinerja aparat kepolisian setempat menjadi kunci dalam mengurai padatnya kendaraan di kawasan pelabuhan.
“BUMDes Desa Ketapang Unit RTK Pelabuhan Tanjungwangi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kepolisian Polresta Banyuwangi," demikian keterangan BUMDes Tanjungwangi.
"Kami berharap seluruh jajaran selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas," tambahnya.
Dalam tragedi kemacetan horor di Pelabuhan Ketapang itu, sebelumnya sempat mengganggu distribusi BBM ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Meski demikian, aparat kepolisian setempat dilaporkan berhasil mengurai kepadatan kendaraan.
Alhasil, arus lalu lintas pun berangsur normal dan membuat distribusi logistik, termasuk BBM, kembali berjalan tanpa hambatan.
Cerita Sopir BBM saat Kemacetan Horor
Dalam kesempatan berbeda, koordinator sopir tangki Pertamina, Aris mengutarakan apresiasinya atas kinerja aparat kepolisian yang dinilai sigap dalam menangani kepadatan lalu lintas yang sempat menghambat distribusi BBM.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian Polresta Banyuwangi yang telah membantu kelancaran suplai BBM ke SPBU," tutur Aris.
"(Hal itu) serta memastikan para sopir Pertamina dapat bekerja dengan lancar,” tambahnya.
Dalam upaya lainnya, skema pengaturan lalu lintas yang dilakukan jajaran Polresta Banyuwangi dinilai efektif.
Hal tersebut, bahkan membuat jalur utama Situbondo–Banyuwangi kembali berfungsi normal.
Koordinator Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI), Slamet Barokah menyebut kerja keras aparat patut diapresiasi.
Slamet menilai, pengaturan arus kendaraan yang terintegrasi mampu mengurai kepadatan yang sempat terjadi selama berhari-hari.
“Selama lebih dari 16 hari pengaturan dilakukan, ribuan kendaraan bisa melintas dengan aman, bahkan tanpa kecelakaan," beber Slemat.