Heryanto menyebutkan, total personel yang dikerahkan mencapai ratusan orang.
“Kita menurunkan 12 regu sekitar 72 personel, ditambah tim pendukung, total sekitar 100 orang,” paparnya.
Meski api utama telah berhasil dikendalikan, petugas masih berfokus pada satu titik sumber api yang sulit dipadamkan.
Tangki 50.000 Kg Diamankan
Dalam kesempatan yang sama, Heryanto menuturkan, proses pendinginan terus dilakukan hingga gas benar-benar habis agar api padam sepenuhnya.
"Saat ini masih terus kami dorong pendinginannya supaya selesai gasnya, baru bisa padam," sebutnya.
Heryanto memastikan, akibat kebakaran tersebut, kondisi SPBE mengalami kerusakan berat.
Meski demikian, petugas berhasil mengamankan tangki gas berkapasitas besar yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.
"Di belakang ada tangki elpiji sekitar 50.000 kilogram. Alhamdulillah bisa kita amankan," ungkap Heryanto.
"Kalau sampai terbakar, itu paling berbahaya," tambahnya.
Masih dalam Proses Pendinginan
Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan metode khusus untuk menangani kebakaran berbahan gas, yaitu menggunakan foam atau cairan seperti deterjen untuk mempercepat api padam.
Perihal itu, Heryanto menjelaskan, penanganan kebakaran gas membutuhkan kehati-hatian tinggi karena berisiko menimbulkan ledakan susulan.
Terlebih, lokasi SPBE yang berada di tengah permukiman padat penduduk, sehingga api cepat merembet ke bangunan warga.
“Di belakang ada rumah, di samping juga ada rumah,” katanya.