Gotong Royong Warga Desa Pasir Gayo Lues dan Relawan, Perahu Karet Bawa Logistik Melawan Derasnya Arus Sungai

photo author
Didi Setiabudi, Lintas Ide
- Rabu, 31 Desember 2025 | 06:30 WIB
Momen pengiriman bantuan ke Desa Pasir, Gayo Lues. (Instagram/etnisgayo)
Momen pengiriman bantuan ke Desa Pasir, Gayo Lues. (Instagram/etnisgayo)

LINTASIDE.COM, Aceh - Sebulan usai bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, sejumlah wilayah masih menghadapi kesulitan akses transportasi.

Jalan yang putus akibat terjangan banjir yang diiringi dengan longsoran tanah membuat sebagian wilayah tersebut masih terisolir.

Cara yang bisa dilakukan dengan jalan memutar yang lebih jauh, melewati medan menantang, hingga jalur udara.

Salah satunya Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues yang masih mengalami kesulitan akses.

Kirim Logistik dengan Seberangi Derasnya Arus Sungai

Ramai di media sosial mengenai gotong royong warga Desa Pasir di Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues dengan para relawan untuk distribusi bantuan logistik.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @etnisgayo pada Sabtu, 27 Desember 2025, bantuan logistik untuk warga Desa Pasir harus melewati sungai yang cukup lebar.

Tak hanya itu, arus sungai pun terlihat deras, sehingga kerja sama warga dan relawan diperlukan.

Para relawan tampak mengisi perahu karet dengan sembako untuk warga yang telah menunggu di seberang, seperti beras, terpal, mi instan, dan lainnya.

Saat di tengah sungai, perahu karet nyaris hanyut karena melawan arus yang deras.

Meniti Jembatan Tali untuk Mencapai Desa Pasir

Perjuangan untuk bisa sampai ke Desa Pasir juga sempat diabadikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Tim Kemenkes harus meniti jembatan tali untuk bisa sampai ke Desa Pasir dan memberikan layanan kesehatan.

Jembatan darurat itu menghubungkan Desa Uyem Beriring dan Desa Pasir setelah akses utamanya hancur karena banjir bandang.

Sejumlah daerah yang masih belum mendapatkan bantuan optimal ini membuat Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memperpanjang status tanggap darurat terhitung dari 22-31 Desember 2025.

Hal tersebut dilakukan untuk melanjutkan penanggulangan kepada warga terdampak dengan lebih cepat dan tepat.

Sementara itu, menurut catatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada dua penambahan korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatera Barat.

Sehingga, per 26 Desember 2025, korban meninggal dunia dalam banjir Sumatera sebanyak 1.137 orang dan 163 lainnya masih dinyatakan hilang.

Adapun warga terdampak yang mengungsi, di 3 provinsi kini berjumlah 457.255 jiwa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didi Setiabudi

Rekomendasi

Terkini

X