nasional

Cara Jitu Memperbaiki Menu MBG Yang Amburadul, Kepala SPPG Dipaksa Habiskan Satu Ompreng MBG Sebelum Dibagikan

Senin, 13 April 2026 | 12:56 WIB
Menu MBG yang tak dimakan siswa. Hal ini disebabkan karena beberapa menu dianggap tak layak (Dok. Instagram/ undercover.id)

LINTASIDE.COM - Kasus MBG tidak pernah hilang dari cerita dudinia maya, bahkan hampir setiap hari ada saja keluhan soal MBG. Dari makanan yang tidak memenuhi syarat gizi hingga menunya yang jauh dari standar dan hingga beracun. 

Usulan dadn kritikan ternyata belum mempan juga, maka dengan menyuruh kepala SPPG makan satu ompreng MBG sampai habis menjadi cara terbaik perbaiki menu MBG.

Selain operasionalnya, program MBG ini juga kerap kali mendapat kritikan dari sisi pilihan menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berbagai temuan dalam makanannya, seperti belatung atau makanan yang sudah basi sering viral di media sosial karena banyak keluhan yang diunggah oleh penerima manfaat.

Kemudian saat momen Ramadan menggunakan menu kering, makanannya pun menjadi sorotan karena dianggap tidak ada kesesuaian dengan harga per porsi hingga mempertanyakan kandungan gizi.

Namun, di tengah permasalahan menu MBG tersebut, viral di platform media sosial Thread tentang seorang guru yang membagikan cara tegas kepala sekolah tempatnya mengajar agar kualitas makanan dari SPPG terus meningkat.

Kepsek Tantang Kepala SPPG Makan MBG

Sebuah akun Thread dengan username @nksrr mengungkapkan bahwa MBG di sekolahnya makin baik usai menegur pihak SPPG.

Bukan teguran lisan biasa, ia membeberkan bahwa kepala sekolah memberikan tantangan bagi kepala SPPG yang bertugas untuk sekolahnya menghabiskan satu ompreng makanan MBG.

“Menu MBG di sekolahku berangsur meningkat secara kualitas, berkat apa? berkali-kali SPPG tersebut ditegur oleh pihak sekolah kami, yang paling manjur apa? Kepala SPPG-nya diminta datang lalu Kepala Sekolah kami ambilkan 1 ompreng untuk dihidangkan ke yang bersangkutan,” tulisnya dalam unggahan, dikutip pada Jumat, 10 April 2026.

Baca Juga: Belum Setengahnya Dapur MBG Di Kota Tasik Layak Produksi, Belum Lulus Uji Higienis dan Sanitasi

Makanan tersebut harus habis sebelum dibagikan kepada para siswa sebagai penerima manfaat.

“Yang bersangkutan itu diminta untuk menghabiskan saat itu juga, harus habis ditunggu oleh Kepala Sekolah kami di ruang KS! Gokil puas banget, tanpa banyak berkata-kata, hanya butuh sedikit closing statement, idenya brilliant,” lanjutnya.

SPPG Mau Berubah, Kualitas jadi Lebih Baik

Halaman:

Terkini